Melacak Kiriman Dari Luar Negeri Tanpa Tracking Number – Part 3

Posting saya sebelumnya mengenai melacak kiriman dari luar negeri tanpa tracking number:

Part 1

Part 2

Sebagai seseorang yang sering melakukan transaksi pembelian dari situs online shopping luar negeri, jumlah kiriman untuk saya bertambah terus hampir setiap hari. Dan saya semakin merasakan buruknya kinerja kantor pos di mana barang-barang saya tersebut lebih banyak yang tidak sampai daripada yang sampai. Setelah menunggu sekian lama untuk berbagai barang saya yang sudah lebih dari dua bulan tidak sampai-sampai juga, pada tanggal 19 November 2014 akhirnya saya mencoba lagi untuk pergi ke kantor pos Fatmawati untuk mencari barang saya tersebut, meskipun dari pengalaman sebelumnya saya tidak terbantu apa-apa di kantor pos Fatmawati, tetapi daripada tidak melakukan apa-apa sama sekali, saya pikir lebih baik saya mencoba lagi daripada pasif menunggu saja. Terhitung pada tanggal tersebut ada sekitar 30an kiriman yang seharusnya sudah sampai di tangan saya tetapi masih belum sampai juga pada hari itu, dengan beberapa kiriman yang sudah melebihi 60 hari dan belum sampai-sampai.

Kali ini saya tidak masuk ke bagian depan kantor yang berada di sebelah minimarket, yang merupakan tempat pengiriman barang dan customer service. Saya menanyakan kepada satpam mengenai bagian yang mengurus kiriman bungkusan untuk mencari barang saya. Akhirnya setelah sekian lama menjelaskan bahwa kiriman saya tersebut tidak ada surat panggilannya tetapi karena sudah lebih dari 2 bulan jadi saya perlu mencari barang tersebut, akhirnya saya diarahkan ke bagian kiriman bungkusan. Di bagian kiriman bungkusan ini saya mendapatkan jawaban yang sama seperti sebelum-sebelumnya di bagian customer service tempat saya bertanya pada post pertama dan kedua saya, yaitu mereka tidak dapat membantu mencarikan barang kiriman saya tersebut, kalaupun dapat dicari maka akan susah dicari karena harus dicari secara manual. Susah bukan berarti tidak bisa toh, setidaknya masih bisa dicari secara manual, tetapi saya tidak melihat satupun sikap kooperatif dari petugas kantor pos untuk membantu mencari kiriman saya tersebut.

Dari bagian kiriman bungkusan saya dialihkan ke bagian antaran untuk mencoba menanyakan kepada mereka apakah mereka menyimpan kiriman saya tersebut dan apakah mereka bisa membantu mencarikan barang saya tersebut. Di bagian antaran kembali saya menjelaskan lagi mengenai kiriman saya yang tidak sampai-sampai dalam jumlah yang banyak tersebut. Saya juga menunjukkan sebuah daftar panjang berisi daftar barang saya yang tidak sampai-sampai ke petugas di bagian antaran tersebut. Petugas di bagian antaran tersebut akhirnya setuju untuk mencoba membantu saya mencari barang kiriman untuk saya dengan membawa saya ke bagian puri di kantor pos Fatmawati tersebut, karena sumber barang-barang yang perlu mereka antarkan berasal dari bagian puri yang menyortir barang-barang kiriman berdasarkan alamat tujuannya.

Sampai di bagian puri, kamipun mencari orang yang bersangkutan yang menurut petugas di bagian antaran adalah personel yang mengurus kiriman yang berhubungan dengan kiriman-kiriman yang saya cari. Di bagian puri kami tidak menemukan personel yang bersangkutan tersebut, padahal waktu itu sudah sekitar jam 9an jam 10 pagi, yang seharusnya sudah merupakan jam kerja bagi para petugas pos. Petugas dari bagian antaran tersebut menjelaskan bahwa petugas yang satu ini sering masuk siang ke kantor pos, dan kemungkinan dia baru akan masuk kantor pada jam 1 siang. Pada waktu itu saya diberikan opsi apakah mau menunggu sampai jam 1 siang dan kembali lagi ke sana atau pulan saja dan menunggu kabar dari petugas antaran tersebut. Saya dan petugas antaran tersebut pun bertukar nomor hp untuk mempermudah penyampaian informasi apabila ada info mengenai kiriman saya. Setelah menimbang-nimbang apakah saya lebih baik pulang dengan tangan hampa dan kembali menunggu lagi dengan sia-sia untuk kiriman saya atau menunggu di kantor pos sampai petugasnya datang, akhirnya saya memutuskan untuk menunggu saja, karena saya tidak dapat meminta izin lagi untuk kedua kalinya dari kantor untuk pergi ke kantor pos terus-menerus demi mencari kiriman untuk saya yang tidak sampai-sampai tersebut.

Tepat pada pukul 1 siang saya kembali menemui petugas di bagian antaran tersebut agar dibantu untuk menemui petugas di bagian puri yang dia maksud. Petugas bagian antaran tersebut mengatakan bahwa barang kiriman untuk saya ada di sana dan sudah dibantu ditanyakan ke petugas bagian puri, meskipun dia sendiri tidak tahu (atau lebih tepatnya enggan mengatakan dengan jelas) apa alasan barang kiriman saya tersebut masih berada di kantor pos Fatmawati dan tidak diantarkan ke alamat padahal sudah lama. Di bagian puri kamipun menemui petugas di bagian puri yang bertugas menyortir barang kiriman berdasarkan alamat tujuan. Petugas tersebut dengan enggan menanyakan apakah kiriman tersebut harus disortir dan dicarikan pada hari itu juga. Tentu saja saya mengharapkan kiriman saya tersebut dapat disortir dan dicarikan pada hari itu juga. Sudah lebih dari 2 bulan saya menunggu kiriman-kiriman saya yang tak kunjung sampai, dan saya harus meminta izin dari kantor tempat saya bekerja khusus untuk pergi ke kantor pos mencari barang kiriman untuk saya tersebut, dan yang saya dapatkan hanyalah sikap ogah-ogahan dan sikap malas seperti ini.

Petugas bagian puri tersebut akhirnya dengan enggan mengambil satu karung besar yang berisi kiriman yang menurutnya ada kiriman untuk saya di dalamnya. Dalam satu karung besar tersebut terdapat banyak sekali kiriman-kiriman tertumpuk yang belum disortir yang mungkin bernasib sama seperti kiriman untuk saya yang teronggok begitu saja tidak dikerjakan penyortirannya. Daripada menunggu lama sambil duduk diam tidak melakukan apa-apa, sayapun ikut membantu petugas bagian puri tersebut menyortir dan mencari barang kiriman untuk saya dengan harapan pekerjaan penyortiran tersebut cepat selesai dan kami menemukan kiriman-kiriman yang saya cari. Sembari mencari barang kiriman saya tersebut, saya mengobrol dengan petugas-petugas di sana menanyakan berbagai hal mengenai kiriman pos. Mereka mengatakan bahwa setiap kiriman yang mereka terima dari kantor pos Pasar Baru selaku pusat pemrosesan kiriman dari luar negeri selalu dikerjakan pada hari yang sama setelah diterima dan langsung diberikan kepada bagian antaran  untuk diantarkan ke alamat tujuan. Padahal hal yang berlawanan dengan apa yang dikatakan oleh petugas tersebut yang justru terbukti dengan adanya karung tersebut berisi kiriman-kiriman tak tersortir yang tidak dikerjakan oleh petugas yang memiliki tanggung jawab atas pekerjaan tersebut.

Semakin banyak kiriman yang kami sortir, semakin banyak pula kiriman untuk saya yang kami temukan di sana. Dari dalam satu karung tersebut saja ada 15 kiriman saya yang ditemukan di sana, yang entah mengapa dan entah dengan alasan apa tidak disortir selama sekian lama. Masih ada banyak sekali kiriman untuk orang lain yang juga bernasib sama dengan kiriman saya, tersimpan dalam karung besar tersebut tanpa tahu kapan akhirnya akan diproses juga oleh petugas bersangkutan. Dari total 30an kiriman yang saya cari, saya hanya menemukan 15 kiriman, hanya setengah dari target saya. Tapi lebih baik ada daripada tidak ada sama sekali.

Sebelum saya meninggalkan kantor pos tersebut, saya meninggalkan nama, alamat, dan nomor telepon saya kepada petugas bagian puri tersebut agar dibantu lebih lanjut untuk kiriman saya karena masih banyak kiriman yang belum ditemukan pada hari tersebut. Petugas tersebut menjanjikan akan menghubungi saya apabila menemukan kiriman atas nama dan alamat saya. Petugas tersebut juga menjanjikan akan berkoordinasi dengan petugas di bagian antaran agar kiriman-kiriman saya diantarkan ke alamat saya, sebagaimana seharusnya. Tidak ada satupun dari janji-janji tersebut yang terealisasi.

Berlanjut ke pencarian saya pada bulan-bulan berikutnya di sini.

Advertisements
This entry was posted in HYU Shop, Jakarta and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s